Hikmah menghibur orang sakit

Tulisan ini merupakan pengingat bagi kita semua, ketika mengunjungi orang sakit jangan lupa untuk menghiburnya. Ingatkan dia perkara akhirat. Hal inilah yang akan menjadikan dirinya semakin tenang. Khususnya apabila ia diingatkan dengan limpahan pahala Allah ta’ala yang telah dijanjikan bagi seorang mukmin yang sabar dengan cobaan sakit tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan beberapa hikmah di balik musibah penyakit yang menimpa seorang hamba. Semoga beberapa hadis beliau menjadi hiburan bagi si sakit. Berikut di antara beberapa hadis tersebut:

Hikmah menghibur orang sakit

  1. Kebaikan bagi si sakit
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ.
    Barang siapa yang Allah inginkan baginya kebaikan, maka Allah akan memberikan musibah kepadanya. (HR. al-Bukhari)
  2. Penyakit dapat menggugurkan dosa
    Sampaikan kepadanya bahwa musibah yang menimpa seorang hamba dapat meleburkan dosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
    مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.
    Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kepayahan, penyakit, gundah-gulana, kesedihan, gangguan, suatu yang menyesakkan hati, hingga sebuah duri yang menusuknya, melainkan dengan semua itu Allah akan hapuskan sebagian dosa-dosanya. (HR. Bukhari & Muslim)
    Pernah suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk seorang wanita yang sedang sakit. Beliau mengatakan kepadanya:
    أَبْشِرِي يَا أُمَّ الْعَلاَءِ، فَإِنَّ مَرَضَ الْمُسْلِمِ يُذْهِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْهِبُ النَّارُ خَبَثَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ.
    Bergembiralah, wahai Ummul ‘Ala’, sebab sakitnya seorang muslim, dengannya Allah akan menghilangkan kesalahan-kesalahannya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran pada emas dan perak. (Lihat: ash-Silsilah ash-Shahihah No. 714)
    Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
    مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ، إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا.
    Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan dengan sebab itu Allah akan menggugurkan dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan dedaunannya. (HR. al-Bukhari & Muslim)
  3. Sebab masuk surga
    Atho’ rahimahullah berkata: “Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku: Maukah kamu aku kabarkan tentang seorang wanita penghuni surga?” “Tentu saja”, jawabku. Ibnu Abbas berkata: “Wanita berkulit hitam itu, ia pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Sesungguhnya aku terkena penyakit ayan dan auratku terkadang tersingkap tanpa aku sadari, maka itu berdoalah kepada Allah untukku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika engkau mau, engkau bisa bersabar maka bagimu surga. Dan jika engkau mau, aku bisa berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu.” Ia berkata: “Aku bisa bersabar”. Lalu ia berkata: “Sesungguhnya auratku terkadang tersingkap tanpa aku sadari, maka berdoalah kepada Allah agar auratku tidak tersingkap lagi.” Maka beliau berdoa bagi wanita itu. (HR. al-Bukhari & Muslim)
  4. Tanda cinta Allah kepada hamba-Nya
    Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    إِنَّ عِظَمَ الجْزَاَءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ الله إِذَا أَحَبَّ قَوْماً اِبْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.
    Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum Dia akan mengujinya, maka barang siapa yang ridha baginya keridhaan (dari Allah) dan barang siapa yang murka baginya kemurkaan (dari Allah). (Lihat: as-Silsilah ash-Shahihah, No. 146, al-Misykat, No. 1566)

Semoga nasihat kita dapat meringankan beban si sakit dan dapat menjadikannya bersabar dan ridha dengan takdir Allah ta’ala yang menimpa dirinya. Walaupun ini bukan asli tulisan saya tetapi Semoga Allah senantiasa menjaga kita. Aamiin.